Senin, 15 April 2013

SISTEM PENGHARGAAN BAGI BIDAN




A.      REWARD/PENGHARGAAN
1.       Faktor Yang Berpengaruh Terhadap Kinerja Bidan
Menurut Gibson (1987) ada 3 faktor yang berpengaruh terhadap kinerja seorang bidan antara lain :
a.       Faktor Individu : kemampuan, ketrampilan, latar belakang keluarga, pengalaman, tingkat social dan demografi seseorang.
b.      Faktor psikologis : persepsi,peran,sikap,kepribadian, motivasi dan kepuasan kerja.
c.       Faktor organisasi : stuktur organisasi,desain pekerjaan,kepemimpinan, system penghargaan (reward system)
2.       Tujuan
a.       Meningkatkan prestasi kerja staf,baik secara individu maupun dalam kelompok setinggi-tingginya. Peningkatan prestasi kerja perorangan pada gilirannya akan mendorong kineja staf.
b.      Merangsang minat dalam pengembangan pribadi dengan meningkatkan hasil kerja melalui prestasi pribadi.
c.       Memberikan kesempatan kepada staf untuk menyampaikan perasaannya tentang pekerjaan, sehingga terbuka jalur komunikasi dua arah antara pimpinan dan staf.

Pemeliharaan SDM perlu diimbangi dengan system ganjaran (reward system), baik yangberupa financial, seperti gaji, tunjangan, maupun yang bersifat materal seperti ; fasilitas kendaraan,perubahan,pengobatan, dll dan juga berupa immaterial seperti ; kesempatan untuk pendidikan dan pelatihan, dan lain lain. Pemeliharaan SDM yang disertai dengan ganjaran (reward system) akan berpengaruh terhadap jalannya organisasi.

Tujuan utama dari pemeliharaan adalah untuk membuat orang yang ada dalam organisasi betah dan bertahan, serta dapat berperan secara optimal. Salah satu upaya untuk meningkatkan SDM Kebidanan adalah melalui pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, mengikuti pelatihan ketrampilan teknis atau ketrampilan dalam hubungan interpersonal.
Factor yang mempengaruhi kinerja bidan adalah iklim organisasi yaitu kurangnya semangat kelompok, kurangnya kerja sama antara pimpinan dengan karyawan bank structural maupun fungsional. Penghargaan yang diberikan kepada bidaan diharapkan dapat memotivasi bidan untuk meningkatkan kinerja mereka. Dalam rangka meningkatkan motivasi dan member penghargaan pada bidan atas darma baktinya dalam melayani masyarakat, bidan diberi penghargaan oleh IBI bekerjasama dengan koalisi Indonesia Sehat memberikan peghargaan dengan criteria “Bidan Bintang” yang mulai dilaksanakan tahun 2003.
Penghargaan “Bidan Bintang” diberikan setiap wilayah propinsi, diberikan kepada 1bidan senior dan 1 bidan  yunior. Diberikan kepada bidan yang telah melaksanakan peran dan fungsi bidan sesuai dengan kewenangan bidan, Kepmenkes No.900/SK/VII/2002
KEPANJANGAN BIDAN BINTANG :
BIDAN
B : Bersih kerjanya dan bersih hatinya
I : Ilmu mengikuti perkembangan
D : Dedikasi yang tinggi
A : Akurat dalam memberikan pelayanan (sesuai standar)
N : Nyaman bagi klien bila dilayani bidan
BINTANG
B : ber-KB (melayani KB)
I : infeksi (memperhatikan pencegahan infeksi)
N : natal (prenatal,antenatal,natal,postnatal)
T : TT(imunisasi)
A : ASI
N : Nutrisi
G : Gawat darurat dirujuk tepat waktu
Penghargaan juga diberikan kepada bidan yang berprestasi (bidan teladan). Selain itu bidan juga diberi beasiswa.
Bidan sebagai petugas kesehatan sering berhadapan dengan masalah etik yang berhubungan dengan hokum. Masalah dapat diselesaikan dengan hokum, tetapi belum tentu dapat diselesaikan berdasarkan prinsip dan nilai etik. Berdasarkan pertimbangan yang ada seorang bidan berhak :
1.       Mendapat perlindungan hokum dalam melaksanankan tugas sesuai dengan profesinya
2.       Bekerja sesuai dengan standar profesi disetiap tingkat/jenjang pelayanan kesehatan
3.       Menolak keinginan pasien/klien dan keluarga yang bertentangan dengan peraturan perundang-undangan, kode etik profesi
4.       Mempunyai privasi, menuntut apabila nama baiknya dicemarkan baik oleh pasien,keluarga, maupun profesi lain
5.       Mendapatkan kesempatan utuk meningkatkan jenjang karier dan jabatan yang sesuai
6.       Mendapatkan kesempatan untuk meningkatkan diri, baik melalui pendidikan maupun pelatihan
7.       Mendapat kompensasi da kesejahteraan yang sesuai

PENGHARGAAN BAGI BIDAN DI DESA

Bagi bidan desa yang berhasil menciptakan atau membentuk wilayah/desa binaannya menjadi “Desa Siaga”, misalnya didaerah Cirebon,Kuningan. Bagi bidan desa yang berhasil menciptakan atau membentuk “Suami Siaga”, “Donor Darah Berjalan” wilayah/desa binaannya.

PENGHARGAAN BAGI MAHASISWA BIDAN

Bagi mahasiswa D3 Kebidanan yang berprestasi akan mendapatkan penghargaan berupa beasiswa dari Dinas Kesehatan Kabupaten dan Koordinator Perguruan Tinggi Swasta (KOPERTIS)  setiap 4 bulan sekali selama 3 tahun pendidikan Kebidanan.
Penghargaan juga diberikan kepada bidan yang berprestasi (Bidan teladan). Selain itu bidan juga dapat diberi beasiswa.
Bidan sebagai petugas kesehatan sering berhadapan dengan masalah etik yang berhubungan dengan hokum. Masalah dapat diselesaikan dengan hokum, tetapi belum tentu dapat diselesaikan dengan prinsip dan nilai etik.

Sumber : Sujianti, Susanti, 2009, Buku Ajar Konsep Kebidanan, Yogyakarta:Maha Medika
   


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar