Jumat, 12 April 2013

DAMPAK KUALITAS MAKANAN IBU MENYUSUI TERHADAP KUALITAS ASI




MURNI SARIATI
1202100103
IB
Abstrak : Masa menyusui adalah masa-masa penting bagi ibu dan bayi. ASI sangatlah penting bagi bayi. Menjaga kualitas ASI, ibu harus mengikuti pola makan dengan prinsip gizi seimbang dan konsumsi beragam jenis makanan yang dapat melancarkan dan menjaga kualitas ASI. Gizi ibu menyusui sangatlah erat kaitannya dengan kualitas ASI. Untuk mendapatkan kualitas ASI yang baik, maka ibu dianjurkan untuk makan-makanan bergizi seperti sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan ikan, dll. Dengan mengonsumsi makanan itu, ibu bisa meningkatkan produksi dan kualitas ASI.


Kata Kunci : ASI, makanan, gizi, bayi, ibu menyusui, makanan terbaik untuk ibu menyusui
Pada masa menyusui ibu perlu memulihkan kondisi kesehatan untuk memproduksi ASI, meningkatkan daya tahan tubuh terhadap penyakit, serta menyempurnakan pertumbuhan jaringan otak. Setiap ibu menyusui memerlukan gizi seimbang sesuai dengan kebutuhannya. Keadaan ini dipengaruhi oleh umur bayi atau anak yang disusui. Pada ibu menyusui terjadi peningkatan kebutuhan zat gizi. Hal ini disebabkan karena zat gizi selain dibutuhkan untuk ibu sendiri, juga untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi, untuk itu diperlukan gizi yang cukup, baik jumlah maupun macamnya.
Gizi pada ibu menyusui sangat erat kaitannya dengan produksi air susu, yang sangat dibutuhkan untuk tumbuh kembang bayi. Bila pemberian ASI berhasil baik, maka berat badan bayi akan meningkat, integritas kulit baik, tonus otot serta kebiasaan makan yang memuaskan. Ibu menyusui tidaklah terlalu ketat dalam mengatur nutrisinya, yang terpenting adalah makanan yang menjamin pembentukan air susu yang berkualitas dalam jumlah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan bayinya.

Menjaga kualitas ASI, ibu harus mengikuti pola makan dengan prinsip gizi seimbang dan konsumsi beragam jenis makanan yang dapat melancarkan dan menjaga kualitas ASI. Tapi masih banyak ibu menyusui yang tidak tahu makanan apa yang sebaiknya dikonsumsi. Ibu menyusui perlu mendapat perhatian khusus dalam penerapan Pedoman Umum Gizi Seimbang.
Berdasarkan hal diatas maka makalah ini disusun untuk menjelaskan dan memeberikan pandangan tentang dampak kualitas makanan ibu menyusui terhadap kualitas ASI. Bagaimanakah kualitas makanan terbaik untuk ibu menyusui? Bagaimanakah pengaruh makanan ibu menyusui terhadap kualitas ASI?
BAHASAN
Kualitas Makanan yang Baik Untuk Ibu Menyusui
Sebagai ibu baru, salah satu hal terbaik yang dapat dilakukan untuk diri sendiri dan bayi adalah mengonsumsi makanan sehat dan beragam. Makanan beragam adalah hidangan menu yang bervariasi. Kebutuhan nutrisi selama laktasi didasarkan pada kandungan nutrisi air susu dan jumlah nutrisi penghasil susu. Ibu menyusui disarankan memperoleh tambahan zat makanan yang digunakan untuk memproduksi ASI dan untuk aktivitas ibu itu sendiri.
Kebutuhan gizi pada ibu yang sedang menyusui sangatlah harus dipertimbangkan karena menyangkut gizi anak sebelum lahir dan semasa bayi. Selain itu, ibu yang memiliki gizi yang cukup juga dapat membantu pemulihan yang lebih cepat pasca persalinan. Selain itu, produksi ASI juga dapat bertambah. Apabila gizi ibu tidak di penuhi dengan baik semasa hamil dan menyusui tentu akan menimbulkan dampak negative terhadap status gizi ibu, kesehatan ibu dan anak karena ASI yang akan dihasilkan akan berkualitas rendah.
Zat gizi yang dibutuhkan antara lain: (1)  Energi, karena kondisi ibu yang sedang hamil, maka membutuhkan tambahan masukan energi untuk mencukupi kebutuhan untuk ibu dan janin. (2) Protein, makanan yang kaya akan protein banyak terdapat pada daging ayam, sapi, ikan, makanan laut, buah alpukat, telur dan susu. Protein sangat dibutuhkan untuk membangun jaringan baru, memelihara sel tubuh, meningkatkan kekebalan tubuh terhadap infeksi serta mensuplai kebutuhan energi. (3) Zat besi, seperti pada bayam, roti gandum, kacang-kacangan (4) Kalsium, diperlukan tambahan dalam jumlah yang cukup besar, karena dalam proses produksi ASI, tubuh juga menjaga konsenterasi kalsiun dalam ASI relative konstan baik dalam kondisi intake kalsium cukup atau kurang. Jika intake kalsium tidak mencukupi maka kebutuhan kalsium dalam produksi ASI akan diambil dari deposit yang ada pada tubuh ibu, termasuk dalam tulang.(5) Vitamin D, penting untuk kesehatan gigi dan pertumbuhan tulang. (6) Vitamin B-6, memetabolisme lemak dan protein, memfasilitasi pertumbuhan sel, mendukung syaraf dan sistem kekebalan. Vitamin B-6 sangat dibutuhkan bagi produksi sel darah merah dan putih. (7) Folic Acid (Asam folat) berguna mensintesis DNA dan membantu dalam pembelahan sel. (8) Vitamin B-12, mendukung sistem saraf dan produksi sel darah merah. (9) Zinc (Seng) berguna mendukung sistem kekebalan tubuh yang sehat dan penting dalam penyembuhan luka.
Kandungan vitamin dan mineral dapat memastikan bahwa ibu dan bayi memperoleh nutrisi yang mereka butuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan yang sehat. Semua gizi tersebut dapat didapatkan pada: (1) Sayur-sayuran, merupakan sumber utama makanan yang kaya zat besi, serat, asam folat, beta-carotene, vitamin C, lycopene, flavonoids dan beta-glucans. Makan-makanan kaya zat besi membantu memelihara tingkat energi Anda sekaligus mampu mencegah anemia. Folate atau asam folat sangat penting dalam pembentukan sel darah merah. Sayuran yang baik untuk produksi ASI adalah daun katuk. (2) Buah-buahan, yang sehat dan warnanya terang bagus dikonsumsi setelah makan. Kandungan vitamin A, B, K, dan C dalam buah baik untuk membangun sistem kekebalan tubuh ibu dan bayi. Asupan buah juga membantu tubuh penyerapan zat besi. Konsumsi buah-buahan seperti blueberry dan strawberry sangat disarankan karena mengandung anti oksidan dan serat tinggi. Buah dapat dimakan dalam keadaan alami, beku atau dijus. Usahakan  makan 3-5 porsi buah setiap hari. (3) Kacang-kacangan, mengandung banyak protein dan merupakan sumber lemak sehat. Protein penting memperbaiki sel-sel vital dalam tubuh. Banyak kacang-kacangan yang juga mengandung vitamin B, E, C, folat, kalium, kalsium, magnesium dan fosfor. Tingkat cukup kalsium diperlukan untuk membangun tulang yang sehat dan gigi. Kacang juga baik untuk camilan termasuk kenari, kacang pinus, kemiri, hazelnut, kacang Brasil dan pistachio. (4)  Ikan tinggi omega 3 yang penting bagi pertumbuhan bayi. Tapi ibu menyusui tidak boleh makan ikan hiu, ikan todak, makarel raja, atau ikan ubin karena tingkat kandungan merkurinya sangat tinggi. Ikan salmon pollock tuna dan ikan patin masih aman dikonsumsi  12 ons seminggu karena termasuk jenis ikan rendah merkuri.


Adapun makanan-makanan yang sebaiknya dihindari oleh ibu antara lain: (1) Makanan yang bercitarasa sangat ekstrim seperti sangat pedas, sangat pahit dan sangat asam. (2) Makanan yang membuat alergi, makanan yang membuat ibu atau bayi alergi juga harus dihindari. (3) Kopi, dapat menyebabkan bayi susah tidur karena tubuh si kecil tidak bisa mencerna kafein dari kopi. (4) Buah asam yang akan menimbulkan iritasi lambung bayi. Jadi, lebih baik hindari makan buah asam ketika sedang memberikan ASI. (5) Alkohol dan rokok, karena dapat meracuni bayi dan membuat pertumbuhannya terhambat. Ibu juga perlu mengurangi konsumsi bumbu-bumbu yang menyengat, yang dapat mengganggu rasa dan bau ASI sehingga mengurangi keinginan bayi saat menyusui. (6) MSG, Konsumsi makanan yang mengandung MSG berlebihan bisa memicu alergi dan menyebabkan kumpulan berbagai penyakit. Untuk itu perhatikan makanan yang anda konsumsi meskipun susah menghitung berapa banyak kandungan MSG yang tercampur dalam makanan yang telah anda konsumsi. (7) Softdrink,  mempunyai kandungan gula yang sangat tinggi yang beresiko meningkatkan naiknya kadar gula dalam darah anda.




Pengaruh Kualitas Makanan Ibu terhadap Kualitas ASI

Gizi pada ibu menyusui sangat erat kaitannya dengan produksi air susu, yang sangat dibutuhkan untuk tumbuh kembang bayi. Bila pemberian ASI berhasil baik, maka berat badan bayi akan meningkat, integritas kulit baik, tonus otot serta kebiasaan makan yang memuaskan. Ibu menyusui tidaklah terlalu ketat dalam mengatur nutrisinya, yang terpenting adalah makanan yang menjamin pembentukan air susu yang berkualitas dalam jumlah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan bayinya.

Kandungan mineral susu manusia dalam huungannya dengan pola makanan belum cukup dipelajari secara mendetail. Kandungan zat kapur selalu bervariasi dan dikatakan bahwa ibu-ibu yang makanannya kurang bergizi akan menghasilkan susu dengan kandungan zat kapur yang rata-rata lebih rendah , tetapi tidak ada bukti konkrit untuk mendukung pernyataan ini. Karena zat kapur adalah sangat penting bagi pembentukan tulang maupun bagi pertumbuhan badan. (Whitehead,1983:44)

Kualitas makanan ibu erat hubungannya dengan kualitas ASI yang diproduksinya. Apa yang dimakan ibu itulah yang akan mempengaruhi kandungan ASI nya. Ibu yang tidak mengonsumsi standar makanan beragam dan bergizi seperti sayuran hijau, buah-buahan, kacang-kacangan, bagaimana bisa mereka mengeluarkan ASI yang bagus bagi bayi mereka,hal itu akan berbeda dengan ibu yang rajin mengonsumsi makanan dengan gizi berimbang serta susu.
Meskipun ibu yang sangat kurus dan kurang nutrisi masih mampu mengeluarkan ASI. Tapi ibu dengan tingkat gizi yang sangat rendah dan malnutrisi yang ekstrim dapat mempengaruhi kandungan beberapa zat yang terdapat dalam ASI.
Asupan energi ibu menyusui yang kurang dari 1500 kcal per hari ternyata dapat menurunkan produksi ASI sebesar 15%. Kandungan total lemak pun akan menurun disertai dengan perubahan pola asam lemak yang ada. Komponen imun dalam ASI (juga kolostrum) kuantitasnya akan rendah seiring dengan semakin buruknya status nutrisi busui.
Tabu tabu makanan "strik" yang kadang dijumpai di masa menyusui ternyata berpengaruh pada kondisi defisiensi vitamin-vitamin yang larut dalam air. Hal yang sering kali ditemui adalah rendahnya konsentrasi vitamin C dalam ASI. Berbeda dengan vitamin A, D, E, dan K yang larut dalam lemak, komposisi vitamin vitamin tersebut umumnya lebih bergantung pada status nutrisi ibu menyusui dibanding asupan makanan sehari hari.
Adanya hubungan antara malnutrisi pada ibu menyusui dengan komposisi ASI juga ditemukan pada konsentrasi mikronutrisi yodium dan selenium. Namun keterkaitan tersebut tidak dijumpai pada besi, zinc. kalsium dan magnesium. Artinya, di kondisi tersebut asupan harian ibu menyusui tidak banyak mempengaruhi konsentrasi harian mineral mineral yang telah dikemukakan.
Seorang ibu menyusui dengan masalah gizi non kronis, yang kerap kali hamil serta menyusukan anak anaknya beberapa tahun lamanya, ternyata tetap dapat menghasilkan ASI dengan kualitas dan kuantitas yang mencukupi. Penyebab masih banyaknya ibu yang tidak mengonsumsi makanan beragam dan bergizi seimbang adalah factor ekonomi ibu dan keluarga. Di negara berkembang dan padat penduduk seperti Indonesia ini, masih banyak keluarga miskin yang tidak mampu membeli dan memenuhi kebutuhan gizi ibu menyusui. Jadi ibu hanya makan makanan seadanya dan hanya mampu bisa dibeli oleh mereka. Makanan yang kurang mengandung gizi untuk ibu seperti kerupuk. Untuk memenuhi kebutuhan hidup saja susah, jadi mereka makan seadanya, tanpa tahu makanan itu bergizi bagi tubuhnya atau tidak.
Ketidaktahuan ibu tentang nutrisi apa yang seharusnya dikonsumsi juga menjadi salah satu faktornya. Meskipun bidan dan petugas kesehatan lainnya sering member penyuluhan. Tapi masih banyak ibu yang tidak tahu tentang gizi makanan yang mereka konsumsi selama masa menyusui.
Baik

Hindari
Sayur-sayuran (daun katuk, bayam, selada, tomat, ketimun, dan jamur)
Buah-buahan (blackberry, blueberry, dan stroberi,jeruk)
Kacang-kacangan
Ikan
Daging rendah lemak
Telur
Roti gandum
Sereal gandum
Beras merah
Susu kedelai

Susu sapi
Makanan pedas
Makanan beraroma kuat
Makanan kecut
Minuman dingin
Alkohol
Softdrink
MSG

SIMPULAN DAN SARAN
Makanan terbaik bagi ibu menyusui adalah makanan-makanan yang mengandung protein, vitamin B6, vitamin D,  zat besi, zync(seng), folic acid dan kalsium. Seperti yang terdapat pada makanan seperti daun katuk, bayam, jagung, kacang kedelai, daging rendah lemak, ikan salmon, dll. Makanan yang sebaiknya dihindari oleh ibu adalah makan-makanan berasa ekstrim seperti sangat pedas, asam, dan pahit serta makanan yang membuat alergi.
 Ibu menyusui dianjurkan untuk mengonsumsi makanan bergizi untuk meningkatkan kualitas ASI. Gizi pada ibu menyusui sangat erat kaitannya dengan produksi air susu, yang sangat dibutuhkan untuk tumbuh kembang bayi. Bila pemberian ASI berhasil baik, maka berat badan bayi akan meningkat, integritas kulit baik, tonus otot serta kebiasaan makan yang memuaskan. Ibu menyusui tidaklah terlalu ketat dalam mengatur nutrisinya, yang terpenting adalah makanan yang menjamin pembentukan air susu yang berkualitas dalam jumlah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan bayinya.
Sebaiknya bagi para ibu meyusui adalah makan-makanan yang bergizi seimbang dan beragam untuk memenuhi gizi ibu serta meningkatkan kualitas ASI nya. Menjaga makanan yang dikonsumsi adalah salah satu cara untuk memperoleh kualitas ASI yang baik.
Daftar referensi :
Whitehead, R.G. 1986. Pola Makanan Bagi Ibu, Kesanggupan Menyusui dan Ketidaksuburan Selama Menyusui. Jakarta:PT. Pradnya Paramita
Yuliarti, Nurheti. 2010. Keajaiban ASI. Yogyakarta:CV Andi Offset

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar